Pria Inggris Ini Tewas, 'Hidup Lagi' Lalu Mati Kembali

Pria Inggris Ini Tewas, 'Hidup Lagi' Lalu Mati Kembali
Rumah sakit Raigmore, tempat diotopsinya Pria ini (BBC)

Pria Inggris Ini Tewas, 'Hidup Lagi' Lalu Mati KembaliSeorang pria asal negeri Ratu Elizabeth jatuh dari Jembatan Kessock, Inverness, Inggris pada Jumat (11/06/2013). Segala upaya telah dilakukan untuk menyadarkannya, namun akhirnya tak membuahkan hasil. Nafasnya tidak lagi berhembus, jantung berhenti berdetak. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.


Jenazah korban lalu dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Raigmore. Di sanalah keanehan terjadi. Saat pemeriksaan rutin dilakukan, staf merasa curiga, sebab, jasad yang semestinya kaku menunjukkan "tanda-tanda kehidupan".

Setelah sempat memicu kehebohan, paramedis dipanggil, akhirnya, orang itu kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Tim penyelamat ketika sedang menarik Pria yang jatuh ke laut (BBC)

Kasus ini kemudian diselidilki oleh lembaga NHS Highland dan Procurator Fiscal Service, jaksa penyelidik yang menyelidiki kasus kriminal serta kematian mendadak atau mencurigakan.

Pihak Layanan darurat telah dipanggil ke Jembatan Kessock sekitar 20:20 pada hari Jumat setelah laporan seorang pria jatuh dari persimpangan ke laut.

"Setelah korban yang sempat tenggelam diangkat, staf ambulans mengupayakan untuk menyadarkan pasien," kata juru bicara Scottish Ambulance Service, seperti dilansir BBC 11 Juni 2013.

"Tidak ada respon. Penilaian klinis dilakukan termasuk pemantauan jantung, kemudian diketahui pasien telah meninggal dunia." Lalu dikirimlah ia ke kamar jenazah. Namun, kemudian panggilan aneh diterima pihak layanan ambulans. 

"Setelah menerima panggilan darurat 999 dari kamar mayat di Rumah Sakit Raigmore, kami segera merespon, segera ke rumah sakit dengan membawa serta tim ahli serangan jantung. Tapi, pasien kemudian dikonfirmasi sudah tak bernyawa."

Sementara, pihak tim penyelamat pantai Royal National Lifeboat Institution (RNLI) juga tak mau banyak bicara. "Insiden ini sedang jadi subyek investigasi lembaga lain. Maka dari itu, tak sepatutnya kami mengeluarkan pernyataan atau komentar."